Kongres SEMMI di Tangerang Ricuh, Peserta Teriakkan “Kembalikan Semangat Persatuan”

  • Bagikan

TANGERANG, Koranta.id — Forum tertinggi Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) yang digelar di Tangerang, Banten, pada 21-24 Juli 2026 berlangsung ricuh. Kongres yang seharusnya jadi ajang konsolidasi justru diwarnai adu argumen dan keributan antar peserta saat memasuki sesi pembahasan agenda strategis organisasi.

Ketegangan memuncak ketika perdebatan dua kubu di dalam sidang tak kunjung menemukan titik temu. Suasana yang awalnya tertib berubah gaduh. Sejumlah peserta bahkan sempat saling dorong sebelum akhirnya dilerai panitia.

Bagi sebagian kader, insiden ini menjadi lampu kuning. Kongres yang seharusnya menjadi momentum pembaruan dan penguatan organisasi nasional justru berpotensi melahirkan perpecahan.

Kongres ini seharusnya jadi momentum perubahan dan penguatan organisasi secara nasional. Jangan sampai kita terjebak pada ego kelompok. Yang kita butuhkan saat ini adalah persatuan,” tegas salah seorang peserta di tengah forum.

Melihat situasi kian memanas, sejumlah peserta mendesak pimpinan sidang segera mengambil alih jalannya forum. Mereka meminta agar semangat musyawarah dan mufakat dikembalikan.

Perbedaan pendapat itu wajar dalam demokrasi organisasi. Tapi jangan sampai perbedaan itu memecah kita. Utamakan SEMMI, bukan ego,” ujar peserta lainnya.

Di tengah dinamika, tujuan utama kongres tetap jadi harapan bersama. Para kader ingin kongres ini melahirkan kepengurusan baru yang kuat, berintegritas, dan mampu merumuskan program kerja yang merangkul seluruh kader SEMMI di Indonesia.

Para peserta berharap semua pihak menahan diri agar forum kembali kondusif dan menghasilkan keputusan yang membawa kemajuan bagi organisasi ke depan. (Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *