LUWU TIMUR, Koranta.id — Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Luwu Timur, Haji Harisa Suharjo, kembali turun ke tengah masyarakat. Politisi Dapil I Malili–Wasuponda itu menggelar reses perseorangan di Desa Wewangriu, Kecamatan Malili,Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang bagi Haji Harisa untuk menyerap langsung berbagai kebutuhan warga. Mulai dari persoalan sektor perikanan, pembangunan infrastruktur desa, hingga fasilitas umum yang selama ini dirasa kurang mendapat perhatian.
Pertemuan yang berlangsung di balai desa itu dihadiri Sekcam Malili Hayati Ilyas, Sekretaris Desa Wewangriu, para kepala dusun, serta puluhan warga. Suasana dialog berlangsung santai namun penuh catatan penting untuk pembangunan daerah.
Salah satu aspirasi utama datang dari kelompok nelayan. Warga menyampaikan masih ada kelompok nelayan di Wewangriuk yang belum pernah tersentuh bantuan alat tangkap dari pemerintah.
“Kami berharap ada perhatian khusus. Jangan sampai bantuan hanya ke kelompok tertentu saja. Kami ingin pemerataan, supaya semua nelayan bisa merasakan manfaatnya,” ujar salah satu warga.
Menurut mereka, alat tangkap yang memadai sangat berpengaruh terhadap pendapatan harian nelayan dan ketahanan ekonomi keluarga di pesisir.
Selain sektor perikanan, warga juga menyoroti kondisi fasilitas umum. Lapangan sepak bola desa dinilai perlu dibangun dan diperbaiki agar bisa menjadi pusat kegiatan olahraga dan sosial masyarakat.
Warga juga mengusulkan perbaikan jalan di kawasan kompleks perumahan nelayan. Jalan tersebut saat ini dinilai sudah rusak dan menghambat mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Infrastruktur jalan itu penting bagi kami. Kalau jalannya bagus, aktivitas nelayan dan warga lain jadi lebih lancar,” kata perwakilan warga.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Harisa Suharjo menegaskan reses adalah bagian dari tanggung jawab anggota DPRD untuk mendengar langsung denyut nadi masyarakat.
“Setiap aspirasi yang disampaikan warga akan kami tampung. Ini akan menjadi bahan kami dalam pembahasan bersama pemerintah daerah, tentu dengan memperhatikan kewenangan dan kemampuan anggaran yang ada,” tegas Harisa.
Ia menambahkan, forum reses bukan sekadar seremonial. Melainkan momentum untuk memastikan program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat di desa.
Warga Wewangriu berharap seluruh usulan yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai catatan. Mereka ingin ada tindak lanjut nyata secara bertahap, khususnya untuk peningkatan kesejahteraan nelayan dan pemerataan pembangunan desa.
“Kalau bantuan alat tangkap dan perbaikan fasilitas ini bisa terealisasi, kami yakin ekonomi warga pesisir akan lebih baik,” harap warga.
Dengan reses ini, komunikasi antara DPRD dan masyarakat Dapil I diharapkan semakin intens. Sehingga setiap kebijakan yang lahir di DPRD Luwu Timur benar-benar berangkat dari kebutuhan riil di lapangan.(Red)












