MALILI, Koranta.id – Sebuah rumah warga di belakang Pengadilan Agama Malili, Kabupaten Luwu Timur, dilalap api pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 13.54 WITA. Kobaran api yang membumbung tinggi sempat membuat panik warga sekitar.
Rumah yang terbakar diketahui milik Irwanto (45) dan istrinya, Meisarah (40). Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian materi ditaksir mencapai kurang lebih Rp100.000.000.
Berdasarkan keterangan Irwanto, sebelum kejadian istrinya sempat menggoreng pisang goreng di dapur rumah. Sekitar pukul 13.30 WITA, Meisarah diajak suaminya ke Kantor BKSDM Luwu Timur.
Setelah mengantar istri, Irwanto melanjutkan perjalanan untuk menjemput anaknya yang baru pulang sekolah di SDN 238 Mallaulu.
“Pas mau sampai rumah, saya lihat dari jauh sudah ada asap hitam tebal. Jantung langsung rasanya copot, anak saya juga takut karena anak saya menangis jadi saya tidak mendekat” ujar Irwanto dengan suara masih terdengar gemetar.
Melihat kepulan asap dari kejauhan, beberapa warga sekitar langsung berhamburan menuju lokasi. Warga yang lebih dulu tiba di tempat kejadian langsung berinisiatif menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Tidak berselang lama, satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Malili tiba di lokasi. Dengan bantuan warga, petugas bahu-membahu memadamkan api agar tidak merembet ke rumah tetangga.
Api baru bisa dipadamkan sepenuhnya setelah beberapa menit kemudian. Semua bagian rumah Irwanto hangus terbakar. Sebagian besar perabotan dan barang-barang berharga di dalam rumah tidak bisa diselamatkan.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Tapi semua isinya habis terbakar. Kerugian kami perkirakan sekitar seratus juta,” ungkap Irwanto.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun dugaan sementara mengarah pada api dari kompor yang digunakan untuk menggoreng pisang yang mungkin belum dipadamkan sempurna sebelum ditinggal pemilik rumah.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga agar lebih berhati-hati saat meninggalkan rumah, terutama yang berkaitan dengan penggunaan api dan kompor.
Aparat setempat telah mendata kerugian dan berkoordinasi untuk bantuan lebih lanjut.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk selalu mengecek kompor, aliran listrik, dan sumber api lainnya sebelum meninggalkan rumah demi mencegah kejadian serupa terulang.(Red)












