LUTIM, http://Koranta.id — Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur, Jihadin Peruge, menyoroti keras tragedi dugaan KDRT di Sorowako, Kecamatan Nuha yang menewaskan seorang ibu dua anak. Ia menegaskan kasus kekerasan dalam rumah tangga tidak boleh lagi dianggap sebagai urusan pribadi.
Jihadin yang merupakan legislator Dapil Nuha-Towuti hadir langsung melepas jenazah korban sebelum diberangkatkan ke kampung halaman untuk dimakamkan. Di hadapan keluarga, ia menyampaikan duka mendalam.
“Saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya korban. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Jihadin, Jumat (25/7/2026).
Bagi Jihadin, peristiwa ini harus menjadi tamparan bagi semua pihak. KDRT yang berujung hilangnya nyawa, kata dia, adalah persoalan kemanusiaan dan tanggung jawab bersama.
“Peristiwa seperti ini menjadi pengingat bahwa kekerasan dalam rumah tangga tidak boleh dianggap urusan internal keluarga. Ketika sudah mengancam keselamatan bahkan merenggut nyawa, maka ini tanggung jawab kita bersama untuk mencegahnya,” tegasnya.
Politisi yang akrab disapa Lau Jia itu juga mengajak masyarakat tidak menutup mata jika melihat tanda-tanda kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan sekitar. Kepedulian warga, menurutnya, adalah benteng pertama mencegah korban berjatuhan.
Ia pun mendorong aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional dan transparan.
“Kita menghormati proses hukum yang berjalan. Harapan kita, kasus ini ditangani objektif dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarganya,” katanya.
Sebagai wakil rakyat dari wilayah kejadian, Jihadin mengaku prihatin. Luka paling dalam dirasakan dua anak korban yang kehilangan sosok ibu.
Ia berharap tragedi ini menjadi momentum memperkuat edukasi dan keberanian melapor.
“Jangan sampai ada lagi korban berikutnya. Kepedulian kita semua sangat dibutuhkan agar kasus seperti ini tidak terus berulang,” tutupnya.(Ib/Red)












