LUWU TIMUR, Koranta.id — Anggota DPRD Luwu Timur dari Fraksi NasDem, Dwi Heryanto, turun langsung ke lapangan untuk meninjau lahan pertanian yang terdampak kekeringan di Desa Kalpataru dan Rantai Mario, Jumat (12/8/2026).
Peninjauan ini dilakukan setelah Dwi menerima keluhan para petani. Mereka meminta adanya langkah cepat pemerintah untuk mengatasi kekurangan air di areal persawahan yang mulai mengering.
Dalam kunjungan tersebut, Dwi Heryanto bersama Dinas Pertanian, penyuluh PPL, kepala dusun, kelompok tani, dan warga setempat melihat langsung kondisi sawah. Hasilnya, sebagian besar lahan merupakan sawah tadah hujan yang belum memiliki jaringan irigasi memadai.
Para petani menyampaikan harapan agar pemerintah dapat membantu menyediakan sarana pendukung seperti pipa, selang, dan alkon. Sarana itu dibutuhkan untuk menyedot air dari Sungai Tomoni dan mengalirkannya ke lahan pertanian.
Dwi menilai persoalan ini harus segera ditangani agar tanaman padi milik warga tidak gagal panen. Ia menyebut selama ini petani sudah berinisiatif menggunakan alkon, namun jangkauannya belum optimal.
Untuk solusi jangka pendek, Fraksi NasDem mendorong penggunaan dam parit atau dampar. Bangunan sederhana itu diharapkan dapat menampung dan mengatur aliran air sebelum disalurkan ke persawahan.
“Untuk sementara kita upayakan dampar. Ini bisa menjadi solusi awal untuk menampung air dan membantu memenuhi kebutuhan persawahan sambil mencari solusi pengairan yang lebih permanen,” kata Dwi Heryanto di lokasi.
Politisi NasDem itu menegaskan aspirasi petani akan segera dikoordinasikan dengan pemerintah daerah dan Dinas Pertanian. Menurutnya, kepastian air adalah kebutuhan utama petani, sehingga penanganan darurat harus berjalan bersamaan dengan perencanaan irigasi jangka panjang.
Dwi Heryanto berharap langkah ini bisa membantu petani bertahan di tengah kekeringan dan menjaga produktivitas pertanian di wilayah Kalpataru dan Rantai Mario.(Red)












