Rusdi Layong: Harkopnas di Luwu Timur Harus Beri Manfaat Ekonomi Nyata Bagi Rakyat

  • Bagikan

Luwu Timur,Koranta.id — Pelaksanaan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) tingkat Sulawesi Selatan di Kabupaten Luwu Timur dinilai menjadi momentum strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat koperasi, serta membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM dan masyarakat.

Hal itu ditegaskan Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur, Rusdi Layong, S.T., Sabtu (10/10/2026). Menurutnya, Harkopnas tidak semestinya hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan harus mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi daerah.

“Saya memandang Harkopnas sebagai peluang besar bagi Luwu Timur untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Bukan hanya soal suksesnya penyelenggaraan, tetapi bagaimana kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM, koperasi, dan masyarakat secara luas,” ujar Rusdi.

Ia menjelaskan, kegiatan berskala besar seperti Harkopnas membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mempromosikan produk unggulan, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat melalui sektor perdagangan, kuliner, jasa, dan usaha lainnya.

Menurut Rusdi, keberhasilan sebuah kegiatan tidak cukup diukur dari kemeriahan acara maupun jumlah peserta yang hadir. Lebih dari itu, harus ada dampak lanjutan yang bisa dirasakan masyarakat setelah kegiatan berakhir.

Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan untuk memanfaatkan momentum Harkopnas sebagai pintu masuk penguatan koperasi dan UMKM melalui pembinaan berkelanjutan, kemudahan akses permodalan, perluasan pasar, serta pengembangan kemitraan usaha.

“Jangan sampai setelah kegiatan selesai, manfaat ekonominya ikut berlalu. Kita ingin koperasi semakin kuat, UMKM semakin berkembang, peluang kerja semakin terbuka, dan pendapatan masyarakat meningkat,” tegasnya.

Rusdi berharap Harkopnas di Luwu Timur menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus membangun ekosistem usaha yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

“Luwu Timur harus menjadi tuan rumah yang tidak hanya sukses menyelenggarakan kegiatan, tetapi juga mampu menangkap peluang ekonomi. Pada akhirnya, rakyat harus menjadi penerima manfaat utama dari setiap momentum pembangunan,” tutupnya.(Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *