SENGKA, Koranta.id — B3 Posyandu Dahlia, Desa Sengka Upaya meningkatkan kesehatan masyarakat dan pemenuhan gizi anak terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang dirangkaikan dengan penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pemenuhan gizi anak sekaligus upaya bersama dalam mencegah dan menurunkan risiko stunting.
Posyandu memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Melalui kegiatan Posyandu, kondisi balita dapat dipantau secara berkala, mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, hingga pemantauan kondisi kesehatan dan kebutuhan gizi. Pemantauan tersebut menjadi langkah penting untuk mengetahui perkembangan anak serta mendeteksi lebih dini apabila terdapat gangguan pertumbuhan.
Selain pemantauan kesehatan, Posyandu juga menjadi ruang edukasi bagi orang tua dan masyarakat. Para kader memberikan pemahaman mengenai pentingnya pola hidup bersih dan sehat, pemenuhan makanan bergizi seimbang, serta perhatian terhadap tumbuh kembang anak sejak usia dini. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran keluarga untuk lebih memperhatikan kebutuhan gizi dan kesehatan anak dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menjadi bagian dari upaya mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi anak. Makanan bergizi yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi selama masa pertumbuhan. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mendorong keluarga untuk semakin memahami pentingnya konsumsi makanan yang sehat, bergizi, beragam, dan seimbang.
Kepala SPPG Sengka, Muhammad Fajrul, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan Posyandu merupakan langkah nyata dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan dan pemenuhan gizi anak.
“Kegiatan Posyandu merupakan salah satu langkah penting dalam upaya kita bersama mencegah dan menurunkan angka stunting. Melalui Posyandu, kita dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin sekaligus memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak dini,” ujar Muhammad Fajrul, S.H.
Ia juga menegaskan bahwa SPPG turut mendukung upaya tersebut melalui penyaluran MBG. Menurutnya, pemberian makanan bergizi bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan makanan, tetapi juga merupakan bagian dari gerakan bersama untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
“Kami berharap makanan yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Muhammad Fajrul menekankan bahwa pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, SPPG, orang tua, dan masyarakat memiliki peran masing-masing yang perlu dijalankan secara bersama-sama dan berkelanjutan.

“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara SPPG, kader Posyandu, tenaga kesehatan, pemerintah, serta para orang tua. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk aktif memanfaatkan Posyandu dan memperhatikan asupan gizi anak setiap hari,” tambahnya.
Melalui kegiatan Posyandu dan penyaluran MBG, diharapkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak semakin meningkat. Orang tua diharapkan aktif melakukan pemantauan pertumbuhan serta memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi melalui makanan yang sehat dan seimbang.
Pencegahan stunting merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Dengan Posyandu yang aktif, pemenuhan gizi yang baik, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat, diharapkan setiap anak dapat tumbuh sehat, kuat, cerdas, dan berkembang secara optimal.
“Posyandu aktif, gizi terpenuhi, anak tumbuh sehat. Bersama kita cegah stunting dan wujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas.”(Red)












