MALILI, Koranta.id – Suasana haru menyelimuti kediaman Almarhum Drs. H. Muhammad Rusli di Jl. Abdul Rakib, Batu Merah, Sabtu malam, 8 Agustus 2026. Sejumlah tokoh masyarakat, keluarga, dan kerabat berkumpul untuk melayat sekaligus mendoakan almarhum yang telah berpulang ke rahmatullah.
Tepat pukul 20.00 WITA, ba’da Shalat Isya, majelis taziyah digelar. Doa bersama dan tausiah agama menjadi penguat bagi keluarga yang ditinggalkan.
Hadir dalam kesempatan tersebut Hj. Harisah Sohardjo. Kehadirannya membawa duka mendalam sekaligus semangat kebersamaan untuk menguatkan keluarga almarhum.
Dalam sambutannya, Hj. Harisah menyampaikan belasungkawa yang tulus. Ia mengajak seluruh rumpun keluarga untuk tabah menghadapi ujian ini.
“Kita semua pasti merasakan kehilangan. Almarhum Drs. H. Muhammad Rusli adalah sosok yang dikenal baik, ramah, dan banyak berjasa di tengah masyarakat. Kepergian beliau tentu meninggalkan duka yang mendalam. Namun di balik semua ini, mari kita jadikan sebagai ujian keimanan. Bersabar, ikhlas, dan terus mendoakan beliau adalah bentuk cinta kita yang paling nyata,” ujar Hj. Harisah dengan suara bergetar.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan kekompakan keluarga di tengah musibah. Menurutnya, kebersamaan adalah penawar paling utama saat ditinggal orang tercinta.
Tausiah pada malam itu disampaikan oleh Ust. Yusnar Abu Latifah, S.Pd.I.Gr. Dalam ceramahnya, beliau mengingatkan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan kembali kepada Allah SWT.
“Kematian adalah pintu yang pasti kita lewati. Almarhum telah mendahului kita. Tugas kita yang masih hidup adalah meneruskan kebaikan, mendoakan, dan menjaga nama baik beliau. Sabar adalah kunci, karena Allah bersama orang-orang yang sabar,” pesan Ust. Yusnar di hadapan puluhan pelayat yang hadir khusyuk.
Sepanjang acara, lantunan doa, ayat-ayat suci Al-Qur’an, dan zikir terus menggema. Keluarga almarhum tampak tegar menerima kedatangan para tamu. Hidangan sederhana disiapkan sebagai bentuk penghormatan kepada para pelayat yang datang dari berbagai penjuru.

Momen taziyah ini menjadi bukti bahwa di tengah kesedihan, nilai kekeluargaan dan kepedulian sosial di Makassar, khususnya di Batu Merah, masih sangat kuat. Kehadiran para tokoh seperti Hj. Harisah Sohardjo juga memberi energi positif agar keluarga yang berduka tidak merasa sendiri.
Almarhum Drs. H. Muhammad Rusli dikenang sebagai pribadi yang santun, dermawan, dan aktif dalam kegiatan sosial keagamaan. Kehilangan beliau dirasakan tidak hanya oleh keluarga, tetapi juga oleh masyarakat luas.
Majelis ditutup dengan doa bersama agar almarhum diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala dosanya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Sementara keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, kekuatan, dan keberkahan.
Semoga segala amal ibadah almarhum menjadi amal jariyah, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kesabaran serta kelapangan hati. Aamiin.(Ibr/Red)












