SOROWAKO, Koranta.id – Suasana Lapangan Benteng Sorowako, Kecamatan Nuha, penuh sesak pada Sabtu malam, 6/6/2026. Ribuan masyarakat Luwu Timur datang berbondong-bondong untuk mengikuti Tabligh Akbar Luwu Timur Menjemput Hidayah #5 bersama dai nasional Ustadz Muhammad Nur Maulana.
Wakil Ketua DPRD Luwu Timur Jihadin Paruge yang turut hadir menyebut tingginya jumlah jamaah sebagai cerminan semangat religiusitas warga.
“Antusiasme ribuan masyarakat ini membuktikan bahwa dakwah masih sangat dibutuhkan dan menjadi perekat persaudaraan di tengah kehidupan kita,” ungkap Jihadin.
Ia mengaku senang melihat warga hadir dengan semangat yang sama. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini punya dua dampak sekaligus. Pertama, menguatkan keimanan. Kedua, merajut ukhuwah Islamiyah di Luwu Timur.
“Ini kebahagiaan tersendiri. Ketika masjid bergerak ke lapangan dan disambut masyarakat, artinya nilai kebersamaan itu masih hidup,” katanya.
Jihadin juga menyorot peran Komunitas Sahabat Hidayah Luwu Timur sebagai penggagas acara. Sudah lima tahun komunitas ini rutin menggelar tabligh akbar skala besar dan selalu mendapat respons positif.
“Konsistensi mereka luar biasa. Kegiatan ini jadi ruang silaturahmi yang luas sekaligus media menyebarkan nilai Islam yang sejuk dan damai,” ujarnya.
Politisi muda itu berharap agenda serupa terus dirawat. Ia menilai tabligh akbar bukan hanya seremoni, tetapi investasi sosial untuk membangun masyarakat yang religius dan harmonis.
“Kita jaga semangat ini agar kegiatan keagamaan makin hidup dan memberi warna positif bagi Luwu Timur,” harapnya.
Tabligh akbar turut dihadiri Bupati Irwan Bachri Syam, Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, serta perwakilan perusahaan di Lutim.
Malam itu makin hidup saat Ustadz Muhammad Nur Maulana naik mimbar. Dengan gaya dakwah yang ringan, komunikatif, dan penuh canda, tausiyahnya membuat ribuan jamaah betah. Di sela tawa, pesan yang disampaikan tetap mengena: pentingnya menjaga iman, mempererat silaturahmi, dan menebarkan kebaikan setiap hari.(Red)












