Andi Ahmad: Isi Kemerdekaan ke-81 dengan Kerja Nyata dan Semangat Persatuan untuk Luwu Timur

  • Bagikan

LUWU TIMUR, Koranta.id — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini menjadi ruang refleksi sekaligus pengingat bagi para pemimpin daerah. Di tengah barisan peserta upacara di Dapil Malili–Wasuponda, Anggota DPRD Luwu Timur Andi Ahmad tampil dengan semangat penuh. Baginya, 17 Agustus bukan sekadar agenda tahunan, melainkan panggilan untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan di tingkat lokal.

Andi Ahmad mengikuti jalannya upacara dengan khidmat. Dari pengibaran bendera hingga pembacaan naskah proklamasi, setiap prosesi ia maknai sebagai penghubung antara perjuangan para pendahulu dengan tanggung jawab generasi hari ini. Ia hadir bukan hanya sebagai legislator, tetapi juga sebagai warga yang ingin memastikan semangat kemerdekaan terasa sampai ke desa-desa.

Dalam pernyataannya usai upacara, Andi Ahmad menekankan bahwa kemerdekaan harus terus dijaga dengan tindakan, bukan hanya kata-kata.

Semangat kemerdekaan harus kita jaga. Mari kita isi kemerdekaan dengan kerja nyata, kebersamaan, dan semangat gotong royong untuk membangun Luwu Timur,” ujarnya. Pesan itu ia sampaikan agar masyarakat tidak berhenti pada seremoni, melainkan melanjutkan dalam langkah konkret.

Menurutnya, membangun Luwu Timur tidak bisa ditopang oleh pemerintah dan DPRD saja. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, pelaku UMKM, hingga komunitas adat. Andi Ahmad melihat momentum HUT ke-81 sebagai pemantik energi kolektif agar setiap pihak mau bergerak sesuai peran dan kapasitasnya, tanpa menunggu instruksi.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keharmonisan di tengah keberagaman. Luwu Timur dengan berbagai suku, agama, dan latar belakang, kata Andi Ahmad, adalah modal sosial yang harus dirawat. Perbedaan tidak boleh menjadi sekat, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi dalam mendorong program pembangunan, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan.

Untuk generasi muda, pesan legislator dari Dapil Malili–Wasuponda ini cukup tegas. Kemerdekaan akan kehilangan makna jika hanya dirayakan dengan lomba dan hiasan. Ia mengajak anak muda menjadikan peringatan ini sebagai energi positif untuk berkarya, berinovasi, dan berkontribusi langsung di daerahnya.

Jangan hanya merayakan kemerdekaan, mari kita perjuangkan maknanya melalui tindakan nyata,” katanya.

Andi Ahmad berharap peringatan tahun ini meninggalkan jejak yang lebih panjang dari sekadar 17 Agustus. Ia mendorong agar semangat yang muncul selama bulan kemerdekaan diterjemahkan ke dalam program kerja, kolaborasi lintas sektor, dan kepedulian sosial yang berkelanjutan. Dengan begitu, setiap peringatan akan punya dampak nyata terhadap kualitas hidup warga.

Menutup pernyataannya, Andi Ahmad mengumandangkan harapan untuk daerah dan bangsa.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Semangat kemerdekaan, semangat membangun negeri. Terus melaju bersama, untuk Indonesia dan Luwu Timur yang semakin maju.” Ajakan itu menjadi penegasan bahwa kemerdekaan hanya akan hidup jika terus diisi oleh kerja bersama.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *