LIMA FRAKSI DPRD LUTIM SEPAKAT: MUSEUM BUDAYA HARUS SEGERA DIWUJUDKAN

  • Bagikan

MALILI, Koranta.id – Wacana pembangunan museum budaya di Luwu Timur menguat. Hal itu muncul saat rapat paripurna DPRD Luwu Timur dengan agenda laporan Panitia Khusus (Pansus) Ranperda Penyelenggaraan Pemajuan Kebudayaan, Senin 29/6/2026.

Dalam laporan yang dibacakan anggota Pansus Harisal, seluruh fraksi mendukung pengesahan Ranperda. Namun sorotan utama jatuh pada kesamaan usulan lima fraksi: meminta Pemda segera membangun museum sebagai pusat pelestarian sejarah dan budaya Bumi Batara Guru.

Fraksi Gerakan Persatuan Rakyat menyebut museum dan taman budaya penting untuk inventarisasi, pengamanan, dan pelestarian budaya daerah agar tidak punah.

Fraksi PDI Perjuangan juga mendorong pembangunan museum. Menurutnya, museum bisa jadi simbol kearifan lokal sekaligus penguat identitas masyarakat Luwu Timur.

Senada dengan itu, Fraksi NasDem menilai Luwu Timur punya sejarah dan adat yang kaya. Sayangnya, belum ada fasilitas representatif sebagai pusat edukasi sejarah maupun wisata budaya.

Keberadaan museum sangat relevan untuk memajukan kebudayaan daerah dan menumbuhkan kebanggaan serta identitas masyarakat,” bunyi rekomendasi Fraksi NasDem dalam laporan Pansus.

Fraksi PAN menegaskan, pemajuan kebudayaan tidak cukup dengan aturan. Pemda juga harus membangun kelembagaan yang kuat dan infrastruktur kebudayaan secara berkelanjutan.

Sementara Fraksi Golkar menilai Ranperda layak segera ditetapkan menjadi Perda. Sebab ini menjadi dasar hukum mengarusutamakan kebudayaan dalam pembangunan daerah.

Menutup laporan, Harisal menyampaikan satu usulan yang disepakati semua fraksi: pemisahan Dinas Kebudayaan dari Dinas Pendidikan.

Yang menarik, lima fraksi sama-sama minta Bupati memisahkan dinas agar fokus urusan kebudayaan. Ini menyangkut masyarakat budaya kita di Bumi Batara Guru,” ungkapnya.

Ranperda ini juga memuat penyempurnaan substansi. Sejumlah budaya lokal masuk ke materi muatan, seperti tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, seni, permainan rakyat, Longga, Bangka, dan Ma’panca.

DPRD berharap Ranperda tidak berhenti di regulasi. Pelestarian budaya harus diwujudkan lewat kebijakan nyata, salah satunya pembangunan museum yang bisa jadi pusat sejarah, edukasi, dan wisata budaya Luwu Timur.(Ib/Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *