MALILI, Koranta.Id – Suasana mencekam menyelimuti kawasan Puncak Indah Malili pada Minggu malam, 21 September 2026, Ba’da Isya. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hebat terjadi di kawasan Seberang Sungai, Lorong 9 Puncak Indah, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur.
Api dilaporkan mulai berkobar sekitar pukul 20.00 WITA dan dengan cepat membesar melalap semak belukar, ilalang kering, dan pepohonan di area perbukitan. Dari kejauhan, kobaran api terlihat jelas membelah gelapnya malam Kota Malili.
Langit malam berubah menjadi merah menyala akibat besarnya kobaran, disertai kepulan asap tebal yang membumbung tinggi dan membuat warga sekitar panik.
Mendapatkan laporan dari warga, Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, menunjukkan kesigapan dan kepeduliannya. Tanpa menunggu lama, orang nomor dua di Luwu Timur tersebut langsung bergerak cepat turun ke lokasi kejadian pada malam itu juga untuk meninjau langsung kondisi dan memastikan penanganan darurat berjalan maksimal.
Setibanya di lokasi, Wabup Puspawati Husler didampingi aparat Kecamatan Malili, TNI-Polri, BPBD, dan warga setempat. Ia tampak memantau langsung proses pemadaman yang dilakukan oleh tim gabungan dan warga yang berjibaku dengan peralatan seadanya di tengah medan perbukitan yang cukup sulit dijangkau pada malam hari.
Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, lokasi kebakaran diketahui agak jauh dari pemukiman warga, sehingga permukiman untuk sementara dinyatakan aman dan tidak terdampak langsung. Hal ini sedikit memberikan rasa lega, namun upaya pemadaman tetap harus dilakukan secara total untuk mencegah api merambat lebih luas ke kawasan hutan lainnya.
Kondisi kemarau panjang yang melanda Luwu Timur beberapa pekan terakhir membuat vegetasi menjadi sangat kering dan mudah terbakar. Ditambah dengan hembusan angin malam yang cukup kencang, membuat api dengan cepat menjalar dan sulit untuk dikendalikan.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran hutan di Puncak Indah tersebut belum diketahui. Belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang apakah kebakaran ini dipicu oleh faktor alam, kelalaian manusia, atau adanya kesengajaan membuka lahan dengan cara dibakar.
Pihak kepolisian bersama pemerintah setempat akan melakukan penyelidikan lebih lanjut setelah api berhasil dipadamkan total.
Dalam keterangannya di lokasi, Wabup Hj. Puspawati Husler menyampaikan keprihatinan mendalam dan menginstruksikan kepada seluruh tim gabungan untuk siaga penuh semalaman.
“Lokasi memang agak jauh dari pemukiman, Alhamdulillah warga aman. Tapi kita tetap harus waspada. Saya minta BPBD, Damkar, Camat, dan semua tim jangan tinggalkan lokasi sebelum api benar-benar padam total dan dilakukan pendinginan,” tegas Hj. Puspawati Husler.
Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Luwu Timur untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran apapun di musim kemarau ekstrem ini.
“Saya imbau kepada seluruh masyarakat, tolong jangan bakar sampah sembarangan, jangan buang puntung rokok di lahan kering, dan jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Mari kita jaga bersama hutan kita,” tambahnya.

Peristiwa kebakaran malam ini terjadi hanya dua hari setelah Bupati Luwu Timur Ir. Irwan Bachri Syam mengeluarkan Surat Edaran Nomor 400.8/337/KESRA Tahun 2026 tentang Himbauan Shalat Istisqa Serentak pada 19 September 2026 lalu, sebagai ikhtiar bersama memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang.
Hingga Minggu malam, tim gabungan masih bertahan di Lorong 9 Puncak Indah untuk melakukan pemadaman dan penjagaan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api. Untuk luas lahan yang terbakar dan kerugian materiil masih dalam proses pendataan.(Red)












