GOWA, Koranta.id 20, Juli 2026 — Semangat dan antusiasme terpancar dari wajah ratusan peserta didik saat mengikuti kegiatan Penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di wilayah Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa. Barisan rapi, senyum cerah, dan rasa syukur mewarnai setiap proses pembagian makanan yang berlangsung tertib di bawah terik mentari Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan hak atas gizi yang layak. Program MBG tidak hanya sekadar menyalurkan makanan, tetapi juga menanamkan kebiasaan makan sehat sejak dini sebagai fondasi untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Dengan pendampingan langsung dari para guru dan tim pelaksana dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), seluruh peserta didik menerima paket makanan bergizi secara teratur. Menu yang disajikan telah dirancang oleh ahli gizi untuk memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, sayur, dan buah harian anak.
Suasana kebersamaan terasa hangat ketika para siswa makan bersama di lingkungan sekolah. Tawa, obrolan ringan, dan semangat gotong royong menciptakan suasana yang jauh dari kesan formal dan kaku.
Sinergi yang baik antara pihak sekolah dan SPPG menjadi kunci kelancaran program ini. Guru tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga memberikan edukasi singkat tentang pentingnya sarapan dan pola makan seimbang. Sementara tim SPPG memastikan distribusi berjalan sesuai standar kebersihan, porsi, dan jadwal.
Kepala SPPG Bontonompo Selatan, Sengka, Kabupaten Gowa, Muhammad Fajrul S.H, menegaskan bahwa program ini memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar mengenyangkan perut anak.
“Melalui Program Makan Bergizi Gratis, kami ingin memastikan setiap anak memperoleh asupan gizi yang baik agar mereka dapat belajar dengan lebih fokus, tumbuh sehat, dan mengembangkan potensi terbaiknya. Ini bukan hanya bantuan hari ini, tetapi investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Anak yang gizinya terpenuhi akan lebih siap menghadapi tantangan pendidikan dan pembangunan,” ujar Muhammad Fajrul di sela kegiatan.
Ia juga mengapresiasi dukungan kepala sekolah, dewan guru, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat yang terus mendukung pelaksanaan MBG. Menurutnya, keberhasilan program ini lahir dari kolaborasi. Sekolah sebagai pusat pendidikan, SPPG sebagai penyedia layanan gizi, dan keluarga sebagai pendamping utama di rumah.
Para siswa mengaku senang dengan adanya program ini. Selain mendapatkan makanan enak dan bergizi, mereka juga merasa lebih bersemangat mengikuti pelajaran di kelas. Beberapa guru menyampaikan, sejak MBG berjalan, tingkat kehadiran siswa meningkat dan konsentrasi belajar di jam pertama menjadi lebih baik.

Pemerintah melalui SPPG menargetkan penyaluran MBG dapat menjangkau lebih banyak sekolah di Kabupaten Gowa secara bertahap. Harapannya, tidak ada lagi anak yang belajar dalam keadaan lapar, dan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh optimal.
Dengan semangat kebersamaan yang terlihat hari ini di Bontonompo Selatan, Program MBG membuktikan bahwa membangun SDM unggul dimulai dari hal sederhana: memastikan setiap anak mendapatkan makanan bergizi, kasih sayang, dan perhatian.(Red)












